Harta yang Dipanaskan

stockvault-coins-127813

Pernahkah Anda melihat bagaimana timah dipanaskan? Atau yang sederhana, melihat cokelat yang dipanaskan kemudian meleleh dan menjadi cairan yang lengket dan panas? Setidaknya setiap kita pernah melihat bagaimana proses mencairnya benda padat. Entah itu coklat, es batu, dan lainnya.

Sekarang, pernahkah Anda membayangkan perhiasan yang Anda miliki seperti cincin, kalung, anting dan lainnya yang terbuat dari emas dan perak, dipanaskan hingga meleleh. Dan tiba-tiba Anda tak sengaja menyengol cairan itu hingga mengenai jari Anda misalnya?

Ini bukan sekedar perumpamaan. Hal ini akan benar-benar terjadi jika Anda melakukan kesalahan fatal terhadap emas dan perak yang dimiliki itu. Dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 34-35, Allah telah memperingatkan:

“…Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih; pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi, lambung, dan punggung mereka, (lalu dikatakan) kepada mereka, Inilah harta benda kalian yang kalian simpan untuk diri kalian sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kalian simpan itu.”

Inilah ia yang disebut dengan harta yang dipanaskan. Orang-orang yang selama di dunia hanya sibuk mengumpulkan emas dan perak tapi tak pernah mengeluarkan zakatnya. Tidak pula berniat bersedeqah dengannya. Ketakutan bahwa hal itu akan mengurangi jumlah emas dan perak yang sudah lelah dikumpulkannya bertahun-tahun.

Maka sederhana saja bagi Allah. Jika memang memilih untuk menyimpan harta itu dan takut mengeluarkannya, tak masalah. Bahkan Allah bantu untuk lebih mendekatkannya lagi dengan menempelkan emas dan perak yang dipanaskan itu ke dahi, lambung, dan punggung sang pemilik sendiri. Agar tak hilang darinya harta itu, persis seperti yang dia jadikan dulu sebagai alasan menyimpannya.

Berhati-hatilah. Emas dan perak, perhiasan yang dimiliki sejatinya adalah ujian. Banyak orang yang semakin banyak menyimpan semakin sulit mengeluarkan karena merasa telah susah payah mengumpulkannya. Dan akhirnya harta itu menjatuhkan si pemiliknya sendiri pada ketamakan yang kelak berujung di hari pembalasan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s