Keteguhan Fatimah Juruh

fatimah

Sepeninggal suaminya  tujuh tahun lalu, kehidupan Fatimah Juruh (40) berubah drastis. Sebelumnya ia hanya berperan sebagai ibu rumah tangga saja kini  ia harus menjadi orang tua tunggal, ia harus banting tulang sendiri untuk menghidupi keempat anaknya yang masih kecil-kecil.  Kadang ia rela berpuasa supaya keempat anaknya bisa makan, kadang pula mengajak keempat anaknya berpuasa jika penghasilannya sebagai buruh tani tidak cukup untuk membeli beras.

penghasilan sehari-hari saya hanya bergantung dari petani yang meminta bantuan saya, saya sering berpuasa kalau upah hasil bantu-bantu hanya cukup untuk makan anak-anak saja. Kadang saya menyuruh mereka berpuasa jika seharian tidak ada petani yang meminta bantuan saya.” Kata Fatimah ketika ngobrol bareng Salma ibu asrama Rumah Yatim Aceh

Fatimah merupakan warga gampong Kuta Karang ,kecamatan Darul Imarah,Kabupaten Aceh Besar. Bersama keempat anaknya ia menempati gubuk kecil hasil peninggalan suaminya. Menurut Awaliyah (60) selaku sesepuh gampong tersebut, kehidupan Fatimah memang serba kurang, “untuk makan saja susah, kadang salah satu warga kami memberikan sedikit makanan untuk mereka.” Ujarnya
Alawiyah mengatakan bahwa warganya tidak selalu memberikan makanan untuk keluarga Fatimah dikarenakan kondisi warganya sama-sama kurang. “warga gampong Kuta Karang rata-rata bekerja sebagai buruh tani, penghasilan mereka hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja jadinya warga kami tidak sering membantu keluarga Fatimah.” Ungkapnya
Fatiman dikenal sebagai orang yang baik kepada tetangganya, ia selalu membantu warga yang sedang butuh pertolongan.

Mendengar informasi tersebut, Salma beserta Alawiyah dan tim relawan Rumah Yatim yang saat itu sedang menggelar santunan di gampong tersebut langsung menyambangi keluarga Fatimah. “kedatangan kami disambut baik Fatimah dan anak-anaknya,” kata Salma

Dalam obrolannya, Fatimah bercerita bahwa anak-anaknya sekarang sedang bersekolah. Anak pertama Fatimah masih duduk dikelas VII SMP, anak kedua kelas V SD, ketiga kelas II SD dan yang bungsu kelas I SD. “Alhamdulillah untuk kebutuhan sekolah mereka mendapat bantuan dari pihak sekolah dan warga.” Kata Fatimah
Mendengar cerita tersebut, Salma memberi saran kepada Fatimah agar anak-anaknya dijadikan anak asuh mukim Rumah Yatim. “Insya Allah bu jika anak-anak menjadi anak asuh Rumah Yatim maka kehidupan dan pendidikannya akan terjamin.” Kata Salma mengutarakan sarannya

Fatimah pun meminta waktu untuk memberi keputusan antara menjadikan semua anaknya menjadi anak asuh mukim Rumah Yatim atau hanya anak pertama dan kedua saja.

Alhamdulillah terima kasih atas sarannya, saya sangat senang mendengarnya, saya ingin mereka bersekolah sampai ke perguruan tinggi supaya mereka bisa mengapai cita-cita mereka, semoga Rumah Yatim menjadi jalan mereka untuk sukses. Beri saya waktu untuk membujuk mereka dan memberi keputusan terbaik.” Ungkapnya

Sebelum berpamitan, Salma beserta tim relawan Rumah Yatim memberikan 2 paket sembako untuk Fatimah dan anak-anaknya. “Bu, ini ada titipan amanah dari para donatur kami, semoga amanah ini bisa menjadi berkah.” Kata Salma
Amanah ini akan sangat bermanfaat untuk kami, semoga Rumah Yatim dan para donatur selalu diberkahi Allah.” Ujar Fatimah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s