Belajar Tangguh dari Sosok Karta

keluarga-karta

Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah yang sedang dirasakan Karta (50) beberapa tahun terakhir ini, dengan musibah yang terus berdatangan tidak membuat Karta berpikir bahwa hal tersebut merupakan sebuah kesialan. Bagi Karta, musibah ini adalah sebuah cobaan yang akan menguatkan dirinya.
Musibah dimulai ketika anak bungsunya yang masih berusia dua tahun mengalami down syndrom. Mengetahui hal tersebut membuat Karta beserta Saliha (45) istrinya harus bekerja keras agar bisa membawa sibungsu ke tempat terapi. Namun, karena pekerjaan Karta yang hanya sebagai pemulung membuatnya harus menunda rencana besarnya. “Penghasilan saya bersama istri hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari, terpaksa keinginan membawa sibungsu terapi harus ditunda.” Kata Karta
Selang beberapa bulan dari cobaan yang menimpa bapak dua anak ini, Saliha istri Karta  divonis menderita kanker payudara stadium 4. “Istri saya tidak pernah mengeluhkan apapun mengenai penyakitnya, tapi ketika kondisi istri saya semakin melemah, saya langsung membawanya ke dokter. Saya sangat terpukul ketika mengetahui bahwa istri saya terkena kanker payudara stadium 4.” Ungkap Karta
Dengan mengandalkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Karta  memerintahkan si sulung yang saat itu berusia 20 tahun untuk rutin membawa istrinya ke dokter. Menurut Karta, dirinya tidak bisa membawa istrinya ke dokter karena ia harus bekerja.  Karta mengatakan, istrinya sudah empat kali di kemoterapi.

Hal tersebut bisa dilihat dari kondisi rambut istrinya yang mulai botak, kondisinya semakin melemah. Sekarang istrinya hanya bisa mengandalkan kuris roda untuk melakukan berbagai kegiatan.
Musibah tidak hanya sampai disitu saja, anak sulung Karta meninggal akibat penyakit angin duduk yang ia derita. “Anak saya yang sulung meninggal dengan tiba-tiba, saya beserta keluarga sangat terpukul dengan musibah ini.”ungkap Karta
Anak sulung Karta merupakan tulang punggung keluarga setelah Karta, ia pun sering membawa Saliha cek up. Sepeninggal anaknya, semua beban dipikul Karta. “Alhamdulillah, ibu saya sekarang tinggal bersama keluarga untuk mengurusi sibungsu dan istri.” Kata Karta
Sepeninggal anaknya, Karta harus ekstra kerja keras, Karta pun harus membagi waktunya untuk membawa istri cek up dan mengurusi keluarganya. “Kadang saya tidak konsenterasi ketika bekerja, saya suka kepikiran anak dan istri saya.” Ungkap Karta saat bercerita kepada Weli kepala asrama Rumah Yatim Tanjung Karang


Sebelumnya, Weli diceritakan seorang pemulung sekitar asrama Tanjung Karang bahwa ada rekan sesama pemulungnya yang baru saja tertimpa beberapa musibah. Mengetahui hal tersebut, Weli mengajak beberapa tim dari Rumah Yatim untuk menyambangi kediaman Karta yang jaraknya tidak jauh dari Rumah Yatim. Sesampainya dikediaman Karta, Weli bersama tim Rumah Yatim disambut hangat Saliha, sibungsu, ibu Karta dan Karta.
Pak, tujuan kami menyambangi kediaman bapak adalah kami terinspirasi dengan ketegaran bapak. Kami pun ingin memberikan amanah ini, semoga amanah ini dapat menjadi berkah dan manfaat untuk bapak dan keluarga.” Kata Weli sembari memberikan santunan kepada keluarga Karta
Menurut Weli, Karta sebenarnya sudah mengetahui keberadaan Rumah Yatim, ingin rasanya berkunjung ke Rumah Yatim namun ia merasa malu. “Beliau kenal dengan pak Dwi kepala asrama RY Tanjung Karang sebelum saya, beliau sering melewati Rumah Yatim karena beliau ingin menemui pak Dwi namun karena malu jadinya ia selalu mengurungkan niatnya itu.” Ungkapnya

Weli mengatakan kepada Karta bahwa pintu Rumah Yatim selalu terbuka untuk Karta dan keluarganya.
Terima kasih karena telah berkunjung dan peduli kepada keluarga kami, semoga Allah membalasnya berlipat ganda.” Ungkap Karta
“ Ingin rasanya menyerah, namun ketika saya melihat ketangguhan istri menghadapi penyakitnya, kepolosan anak dengan down syndromnya dan kesabaran ibu yang ikhlas membantu mengurusi anak dan istri, keinginan untuk menyerah seakan-akan hilang begitu saja.

 Saya pun berpikir bahwa diluar sana masih banyak orang yang kondisinya lebih terpuruk melebihi kondisi saya saat ini namun mereka memilih tetap kuat dan tabah. Saya yakin bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kapasitas hamba-Nya, saya yakin Allah sedang merencanakan suatu hal terindah bagi hamba-Nya” ungkapnya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s