Rumah Yatim Kalimantan Sambangi Wilayah Kelurahan Palembuan kecamatan Banjarmasin Barat

nurul-huda

24 tahun silam terjadi endemi polio di Kelurahan Palembuan kecamatan Banjarmasin Barat, menyebabkan puluhan bayi menderita polio tak terkecuali bayi mungil berumur 1 tahun bernama Nurul Huda, meski kedua orang tuanya telah memberi vaksin polio namun takdir berkata lain, bayi itu telah terkena virus polio sebelum divaksinasi.
Mengetahui kondisi tersebut membuat  Arpah (60) dan suaminya hanya bisa pasrah dan berdoa semoga ada keajaiban untuk kesembuhan Huda. Demi kesembuhan anak bungsunya, mereka membawa Huda kecil ke berbagai pengobatan, mulai dari pengobatan tradisional hingga modern.

Demi menyembuhkan Huda, kami menjual barang-barang dan meminjam uang tetangga. Kami ingin melihat anak kami seperti anak lain, namun nasib berkata lain. Huda tidak bisa berjalan karena polio yang menyerangnya, kami yang saat itu bekerja sebagai serabutan hanya bisa pasrah dan berdoa agar ada keajaiban menimpa anak bungsunya.” kata Arpah kepada tim Rumah Yatim, Selasa (05/10)
Sekarang, kondisi laki-laki yang sering disapa Huda ini hanya bisa bergantung pada kursi roda butut dan tangan tulus Arpah . Walaupun ia belum bisa merasakan nikmatnya berjalan, berlari dan melompat. Ia tidak pernah menunjukan raut wajah murung ia pun tidak pernah mengeluh dengan kondisinya. “Huda itu anaknya ramah dan murah senyum, ia yang selalu menguatkan saya dan ia adalah penyemangat saya.” Kata Arpah

Arpah yang saat ini hanya seorang buruh cuci kudu banting tulang membesarkan ketiga anaknya termasuk sibungsu Huda, kedua anak Arpah yang saat ini menganggur belum bisa meringankan kebutuhan keluarga. “Sepeninggal suami 6 tahun lalu membuat saya harus menjadi orang tua tunggal ketiga anak saya. Saya harus bekerja lebih keras untuk menghidupi mereka dan membayar uang kontrakan rumah.” Ucap Arpah

Kisah Huda dan kuatnya Arpah menjadi alasan Rumah Yatim menyambangi kediaman mereka. Kehadiran Rumah Yatim dikediaman Arpah langsung disambut hangat Huda yang saat itu sedang berada diteras rumah. Huda yang tidak seperti pemuda lainnya hanya bisa berteriak memberi tahu ibunya bahwa ada tamu datang. Arpah yang saat itu sedang beristirahat dari pekerjaannya langsung sigap menemui kami.
“ Kami datang karena suatu amanah yang harus kami sampaikan untuk Huda, amanah ini berasal dari para donatur yang menitipkannya kepada Rumah Yatim.” Kata Deni sembari memberikan santunan kesehatan senilai Rp. 200.000 untuk Huda

Huda yang saat itu berada disamping Arpah langsung meneteskan air mata kebahagiaan. “Huda senang pak soalnya ada yang sudah peduli sama Huda, terima kasih pak atas segala kebaikannya, terima kasih kepada para donatur yang telah menitipkan amanahnya. Semoga Allah memberikan keberkahan dan perlindungan untuk Rumah Yatim dan para donatur.” Kata Arpah
Huda yang berbicara terbata-bata pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada tim Rumah Yatim karena telah menyampaikan amanahnya.

Tidak hanya Huda, Rumah Yatim pun menyambangi  Siti Anisah (50) yang saat itu jaraknya tidak berjauhan dengan kediaman Arpah. Rumah Yatim pun memberikan santunan kesehatan untuk Siti.
Siti merupakan janda yang sudah 25 tahun mengalami kelumpuhan dibagian kaki karena penyakit struk yang ia idap, wanita paruh baya ini ditinggal pergi suami karena kelumpuhannya. Ia tidak dikaruniai anak, sehingga ia hanya bisa bergantung pada keluarga adiknya. “Alhamdulillah terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang atas kebaikan dan kepeduliannya. Saya hanya bisa berdoa semoga semua kebaikannya dibalas oleh Allah.” Kata Siti

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s