Ratusan Korban Bencana Banjir Garut Kunjungi Posko Bencana

banjir-garut-4

Banjir bandang dan longsor kembali Terjadi. Kali ini, derasnya guyuran hujan yang berakibat pada musibah besar tersebut terjadi di Kota Dodol, Garut. Dari pantauan relawan  di lokasi, bencana mulai terjadi di pucuk daerah Garut Selatan. Longsor menimbun daerah Batu Tumpang Cikajang Garut.

Tak berhenti di sana. Aliran Sungai Cimanuk meluap hingga ketinggian 4 meter. Beberapa bangunan sentral, seperti RSUD Dr Slamet turut terendam dan rusak. Sebanyak 15 jiwa tewas, 30 orang luka-luka, dan 6 kecamatan terkena dampak bencana. Pemerintah Kabupaten Garut itu seketika menetapkan Garut dalam situasi darurat bencana.

Kepedulian Rumah Yatim area Jawa Barat tehadap bencana banjir bandang Garut, Rumah Yatim mendirikan posko di Jl. Cimanuk kelurahan Paminggir kecamatan Garut Rt 04 Rw 12. Di posko tersebut, Rumah Yatim menyediakan pelayanan kesehatan dan ambulance secara gratis. Tidak hanya itu, Rumah Yatim akan menyalurkan bantuan sandang berupa pakaian baru, pakaian layak pakai, selimut, handuk, MCK, sarung, pembalut, dan peralatan bayi.

Kami telah mengerahkan delapan orang tim medis dan delapan orang tim yang akan bertugas menyalurkan bantuan sandang untuk warga kelurahan Pamingkir,  Alhamdulillah bantuan yang kami sediakan ini berasal dari kontribusi para donatur untuk korban bencana banjir Garut, semoga apa yang kami berikan dapat meringankan beban mereka. Semoga korban bencana banjir Garut diberikan kesabaran dan kekuatan menghadapi ujian ini.” Ungkap Pipin selaku Direktur pemberdayaan Rumah Yatim, Jumat (23/09/2016)

Banjir bandang di Garut yang terjadi pada Rabu (21/9/2016) dini hari, pemicu bencana ini adalah hujan deras sejak Selasa 20 September 2016 pukul 19.00 WIB. Curah hujan tinggi menyebabkan debit Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri naik secara cepat. Pukul 20.00 WIB banjir setinggi lutut kemudian sekitar jam 23.00 WIB banjir setinggi 1,5-2 meter.

Banjir tersebut telah meluluh lantakan pemukiman dan ruas jalan wilayah Bayongbong, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Banyuresmi, Karangpawitan, Garut. Data terakhir dari Joshua humas dan protokoler Basarnas Bandung menyebutkan bahwa sebanyak 27 orang meninggal dunia dan 22 orang belum ditemukan.

Akibat tragedi tersebut banyak anak yang berubah status menjadi yatim, piatu bahkan yatim piatu, banyak orang tua yang kehilangan anak dan sanak saudaranya. Selain itu banyak pula anak yang tidak dapat bersekolah karena sekolahnya hancur diterjang banjir.

Kehadiran Rumah Yatim sebagai lembaga kemanusiaan yatim dan Dhua’fa berharap bisa meringankan beban mereka dengan dibantu uluran tangan para donatur, Rumah Yatim sebisa mungkin akan siap membantu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s