KISAH RASULULLAH dengan ANAK YATIM yang BERSEDIH

10577129_1005538326197589_5035294542718971001_n

Diriwayatkan, pada suatu hari raya Rasulullah saw keluar rumah untuk menunaikan salat Ied. Di tengah jalan, beliau melihat banyak anak kecil sedang bermain dengan gembira sambil tertawa-tawa. Mereka mengenakan baju baru, sandal mereka pun tampak mengilap.

Tiba-tiba pandangan beliau tertuju pada salah seorang yang sedang duduk menyendiri dan sedang menangis tersedu-sedu. Bajunya kompang-kamping dan kakinya tiada bersandal. Rasulullah pun mendekatinya , lalu diusap-usap anak itu dan mendekapya ke dada beliau seraya bertanya, “Mengapa kau menangis, nak?” Anak itu hanya menjawab, “Biarkanlah aku sendiri.” Anak itu belum tahu bahwa orang yang ada dihadapannya itu adalah Rasulullah saw yang terkenal sebagai pengasih.

“Ayahku mati dalam suatu pertempuran bersama Nabi,” lanjut anak itu.“Lalu ibuku kawin lagi. Hartaku habis dimakan suami ibuku, lalu aku diusir dari rumahnya. Sekarang, aku tak mempunyai baju baru dan makanan yang enak. Aku sedih melihat kawan-kawanku bermain dengan riangnya itu.”

Baginda Rasulullah lantas membimbing anak tersebut seraya menghiburnya, “Sukakah kamu bila aku menjadi bapakmu, Fatimah menjadi kakakmu, Aisyah menjadi ibumu, Ali sebagai pamanmu, Hasan dan Husain menjadi saudaramu?” Anak itu segera tahu dengan siapa ia berbicara.

Maka langsung ia berkata, “Mengapa aku tak suka, ya Rasulullah?” kemudian, Rasulullah pun membawa anak itu ke rumah beliau, dan diberinya pakaian yang paling indah, memandikan, dan memberinya perhiasan agar ia tampak lebih gagah, lalu mengajaknya makan.

Sesudah itu, anak itu pun keluar bermain dengan kawan-kawannya yang lain sambil tertawa-tawa kegirangan. Melihat perubahan pada anak itu, kawan-kawannya merasa heran lalu bertanya,

“Tadi kamu menangis, mengapa sekarang bergembira?” Jawab anak itu,“Tadi aku kelaparan, sekarang sudah kenyang. Tadi aku tak mempunyai pakaian, sekarang aku mempunyainya. Tadi aku tak punya bapak, sekarang bapakku Rasulullah dan ibuku Aisyah.” Anak-anak lain bergumam, “Wah, andaikan bapak kita mati dalam perang.” Hari-hari berikutnya, anak itu tetap dipelihara oleh Rasulullah hingga beliau wafat.

www.rumah-yatim.org
‪#‎SahabatRY‬ ‪#‎WakafPendidikan‬ ‪#‎Sedekah‬ ‪#‎Donasi‬ ‪#‎RumahYatim‬

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s