Silaturahmi dan Evaluasi Rumah Yatim ke Yatim Islamic Boarding School (YIBS)

Rumah Yatim Jakarta – Sebagai lembaga amil zakat yang telah bergerak selama 10 (sepuluh) tahun dalam bidang pengasuhan anak yatim dan dhuafa. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah menjalin kerjasama dengan Rumah Yatim untuk mendirikan sekolah gratis bagi anak yatim pada Bulan Agustus tahun 2015 lalu, (Baca Baznas Gandeng Rumah Yatim Dirikan Yatim Islamic Boarding School http://www.rumah-yatim.org/web/?ctr=9&idx=105 ) .

Setelah merepakan serangkaian kerjasama pada periode awal yang meliputi assessment awal calon peserta didik, standarisasi pendidik, standarisasi asrama, job desk dan SOP keasramaan, juga training dan pelatihan keasramaan. Dadan Rusmana Selaku Manager Area Jakarta, melakukan silaturahmi ke YIBS untuk melakukan evaluasi.

“Perubahan yang terjadi melalui sistem yang telah diterapkan, terlihat dari perkembangan anak-anak yang awalnya tidak bisa membaca Iqra (buku pelajaran huruf hijaiyah) hingga mereka sekarang telah bisa hafidz juz 30. Dan ketika saya minta salah satu anak untuk menjadi imam dalam shalat, anak kelas 1 smp pun bisa melafadzkan surat yang panjang dengan sangat fasih dan baik.” Ujar Dandan.

Perubahan tersebut tidak semata-mata terjadi tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak, terutama dari salah satu karyawan rumah yatim yang didelegasikan untuk terjun secara langsung dalam kerjasama ini.
Dandan pun menuturkan : “Beberapa karyawan yang didelegasikan dipilih berdasarkan kematangan pengetahuan, jiwa leadreship, serta pemahamannya yang luas, terutama dalam ilmu agama dan cara berperilaku.”

Ia pun menambahkan, bahwasanya karyawan yang bertugas sebagai pendidik anak yatim atau biasa disebut sebagai kepala asrama ini, berbeda dengan guru pada umumnya. Karena para kepala asrama mendedikasikan hampir seluruh waktunya untuk mendidik anak yatim, kepala asrama pun menjadi bagaikan orang tua bagi mereka yang sudah tidak memiliki orag tua.

Ketika diwawancarai oleh Tim Publikasi Rumah Yatim, Agus Ami salah satu karyawan yang berperan dalam kerjasama ini memaparkan, ada 40 (empat puluh) anak yatim yang saat ini menjadi binaannya. Dalam mendidik anak yatim pun memiliki cara tersendiri, karena mereka adalah anak yang kehilangan orang tua, oleh karenanya Allah Swt memuliakan mereka.

“Pendidikan untuk anak yatim yakni diberikan kasih sayang, perhatian, keamanan, karena ia tidak mendapat hal itu. Selain itu Harus mengayomi juga, karena anak yatim berbeda-beda perilakunya, ada yang tidak mau sekolah, karena belum terbiasa, ada yang diam saja, maka harus diberi perhatian dan akhirnya ia mau sekolah. Kalau sebatas kerja, mereka tidak akan mau, ya mendidik mereka harus dengan hati.” Ujar Agus.

Agus pun menjelaskan bahwa mendidik anak yatim dapat menghantarkan kita selangkah menuju surga, bisa juga selangkah menuju neraka, untuk itu kita harus memuliakan mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s