BAGAIMANA SEHARUSNYA KITA MAKAN?

bagaimana seharusnya kita makan
Oleh : Ust. Yudhistira Adi Maulana
Islam telah menjelasakan bahwa makanan yang benar adalah sebuah proses memberi kekuatan pada tubuh untuk bisa menggerakannya, sekaligus melindunginya dari segala macam gejala penyakit. Namun , proses itu tidak boleh dilakukan secara berlebih-lebihan atau dalam porsi yang terlalu sedikit.
Sebab, setiap sel didalam tubuh manusia dianggap sebagai satu bagian yang hidup dan berdiri sendiri, yang melakukan proses pembangunan dan pertumbuhan. Dan hal itu menuntut adanya unsur oksigen bersamaan dengan unsur-unsur makanan lain secara berkelanjutan.
Kekurangan unsur apapun dalam makanan bisa menyebakan lambatnya gerak perkembangan dan pertumbuhan serta perlindungnan terhadap jaringan. Sementara berlebih-lebihan dalam makan bisa berakibat buruknya proses pencernaan dan proses penyerapan unsur-unsur makan yang dibutuhkan tubuh. Hal ini bisa menyebabkan tidak terpenuhinya unsur-unsur pembangunan secara memadai bagi sel, sehingga sel-sel itu menjadi rusak dan pecah. Lalu muncullah tanda-tanda penuaan pada tubuh dan sistem kekebalan tubuh pun menjadi menurun.
Tanda-tanda penuaan itu terkadang bisa terjadi tanpa harus melihat faktor usia. Hilangnya kecerdasan permanen, tidak berfungsinya pencernaan secara baik, kesalahan cerna, dan banyaknya tumpukan gas bisa menyebabkan masuknya racun ke dalam jumlah besar yang sangat membahayakan kehidupan manusia
Perlu diingat, separuh sel tubuh berada di puncak pertumbuhan, pengembangan, dan aktivitas. Seperempat sel berada dalam pertumbuhan yang seimbang, dan seperempat lagi mengalami kerusakan dan pergantian. Oleh karena itu, memberikan keseimbangan dalam proses ini sangat membantu menjaga kesehatan manusia dan masa mudanya untuk waktu yang sama.
Sedang tidak adanya keseimbangan akan menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit dan terjadinya penuaan dini. Oleh karena itu, upaya menghilangkan zat-zat beracun daris sel-sel itu merupkan satu hal mutlak dilakukan demi kelangsungan aktivitas tubuh dan otak.
Mengonsumsi makan berlemak tanpa keseimbangan dalam kuantitas dan ragamnya akan berpengaruh negatif terhadap proses pencernaan dan tehadap penyerapan tubuh zat-zat makan. Sehingga kesempatan menikmati kesehatan menjadi kurang.
Jika seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung lemak ini melebihi batas kebutuhannya, maka dia harus mengimbanginya dengan berolahraga jalan kaki atau aktivitas fisik lainnya, agar zat-zat berlebih yang dibutuhkan tubuh terbakar, karena makanan adalah bahan bakar tubuh. Yakni, sumber kekuatan. Karena itu, jika seseorang mengeluarkan banyak tenaga, maka dia akan memerlukan energi yang jumlahnya dibatasi oleh kegiatan yang dilakukannya. Jika seseoarnag mengonsumsi makanan yang menyuplai kalori lebih banyak dari yang dibutuhkan, maka berat badannya akan menurun sehingga menjadi kurus yang rawan sekali terhadap serangan berbagai macam penyakit. Dan jika seseorang menciptkan keseimbangan antara kebutuhan kalori dan aktivitas dilakukannya, berarti dia telah menjaga berat badan yang ideal.
Islam telah membentangkan jalan yang lurus dalam hal itu.
Islam mewajibkan setiap individu untuk melakukan segala hal yang bermanfaat baginya, misalnya, mengonsumsi makanan seimbang, membiasakan diri berolahraga yang bisa menyeimbangkan berat tubuh dan kesehatan tubuhnya secara keseluruhan. Sebagaimana ia mewajibkan setiap individu untuk memberikan perhatian dan hak istirahat kepada setiap anggota tubuhnya sehingga kelenturan tubuhnya tetap terjaga. Hal itu sesuai dengan sabda Nabi SAW berikut ini:
“Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak yang harus engkau penuhi.” (HR. Bukhari, Ahmad, dan Nasa’i)
“Manfaatkan kesempatan sehatmu untuk (menghadapi) masa sakitmu.” (HR. Bukhari).
Dengan demikian, olahraga teratur yang dibarengi dengan mengonsumsi makanan seimbang akan sangat membantu untuk menjaga kelenturan, kesehatan, serta semangat tubuh.
“Tidaklah anak cucu Adam mengisi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Sebenarnya beberapa suap saja sudah cukup untuk mengguankan tulang rusuknya. Baiknya dia mengisi perutnya dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk benafas. “ (HR. Turmudzi, Ibnu Majah, dan Muslim).
Maksudnya sebenarnya makanan dalam porsi minimal pun sudah cukup baginya untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Rasulullah SAW juga bersabda:
“Makanan satu orang cukup untuk dua orang, makan dua orang cukup untuk empat orang, dan makanan empat orang sebenarnya cukup untuk delapan orang. “ (HR. Ibnu Majah)
Beliaupun bersabda:
“Seorang Mukmin makan dengan satu usus, sementara orang kafir makan makan dengan tujuh usus. “ (HR. Muslim, Turmuzi, Ahmad, dan Ibnu Majah.)
Sementara Umar bin al-khatthab berkata, “Jauhilah oleh kalian sikap rakus dalam makan, karena tindakan itu bisa merusak tubuh, dan dapat mengundang penyakit.”
Nash-nash di atas merupakan dasar kaidah-kaidah kesehatan yang lebih dibuat oleh Islam. Jika diterapkan secara benar, maka akan bisa melindungi seseorang dari berbagai macam penyakit dan tidak akan banyak mendatangi dokter untuk berobat.
Aturan makanan yang baik dan latihan olah raga akan sangat membantu seseorang untuk menyelamatkan diri dari berbagai macam penyakit. Dan keseriusan untuk memerhatikan kebersihan, kesehatan, dan kandungan makanan merupakan satu hal penting untuk menghindarkan diri dari mengonsumsi makanan yang tidak sehat dan tidak bergizi. Dan juga untuk menyelamatkan diri dari penyakit yang disebabkan oleh keracunan makanan.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengonsumsi makanan:
1. Membaca basmalah ketika hendak makan.
Barangkali hikmah membaca basmalah ini, seorang muslim akan mengingat makanan yang akan disantapnya tidak lain adalah nikmat dan anugerah dari Allah yang maha lembut dan maha tahu. Sehingga dengan demikian itu akan selalu memeliharanya, tidak berlebih-lebihan, dan tidak pula bersikap mubadzir. Dia juga akan menyakini bahwa makanan ini bukan tujuan akhir, tapi hanya sebagai sarana untuk berbuat taat kepada allah, memakmurkan bumi dan menaburinya dengan perbaikan.
2. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan mengenai cuci tangan setelah makan
Nabi SAW Bersabda:“Barang siapa tertidur sedang dikedua ditangannya terdapat bekas gajih ( lemak), lalu ketika bangun pagi dia sudah menderita suatu penyakit, maka hendaklah dia tidak mencela, kecuali dirinya sendiri.”Islam memerintahkan untuk bersikap sederhana dan seimbang dalam mengonsumsi makanan, sekalugus menjauhi sikap berlebih-lebihan dan rakus. Dalil yang melandasi hal itu sangat banyak sekali. Islam menganjurkan untuk makan dengan tiga jari sebab, dengan tiga jari ini, berarti kita telah bersikap pertengahan dan seimbang. Sebagaimana dikatakan bahwa makan dengan lima jari menunjukan kerasukan, sedang makan dengan satu atau dua jari menunjukan kesombongan dan keangkuhan.
3. Duduk tegak lurus saat makan tidak bersandar
Rasulullah SAW melarang seseorang makan dan tidak bersandar. Karena hal itu akan membahayakan kesehatan dan mengganggu pencernaan lambung.
4. Minum dengan tiga kali tegukan
Minum ini dilakukan sambil duduk dan tidak bernafas di dalam gelas.
5. Makan bersama-sama dan tidak sendiri-sendiri
Hal itu menyebabkan sekaligus menciptakan nuansa penuh kasih sayang dan rasa saling mencintai. Yang tentunya akan memberi nilai positif bagi salera makan mereka.Dianjurkan juga makan sambil berbincang dan tidak diam. Hal itu dimaksudkan untuk menciptakan suasana rileks dan menyenangkan saat makanMenghormati budaya dan tradisi makan yang ada di tempat kita makan.
6. Dan tidak boleh menghina atau membenci satu jenis makanan tertentu, sekalipun makanan diluar kebiasaannya.
Bersikap lembut ketika mengurus orang sakit serta tidak memaksanya untuk memakan makanan tertentu Menjaga perasaan orang lain saat makan, diantaranya tidak membelakangi posisi mereka, karena hal itu akan mengganggu selera makan mereka.
7. Mendahulukan makan buah-buahan sebelum makan daging
Sebagai upaya untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh para penghuni surga: “Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.“ (QS.al-Waqiah: 20-21).
Beberapa penelitian membuktikan bahwa makan buah-buahan terlebih dulu sebelum menyantap makanan pokok, dan memancing lambung untuk segera mengeluarkan getah lambung yang akan sangat membantu dalam proses pencernaan makanan yang lain.
Sumber : islampos.com
#RumahYatim #Tips
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s