Etika Berbisnis Sesuai dengan Syariat Islam

etika berbisnis
Walaupun Islam sangat menganjurkan seorang muslim melakukan aktivitas bisnis, namun Islam dengan ketat menerapkan aturan-aturan dalam melakukan transaksi dan mendapatkan rizki agar sesuai dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai luhur dan syariah Islam. Berikut beberapa aktivitas bisnis dan jenis harta yang dilarang / diharamkan dalam Islam:
 
• Suap dan memakan harta orang lain
“Dan janganlah kamu memakan harta di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu menyuap harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.” (Qs.Al-Baqarah [2] :188)
 
• Penipuan
“Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat, niscaya pada hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu. Kemudian setiap orang akan diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi.” (Qs.Ali Imran [3]:161)
 
• Pencurian dan perampokan
“Adapun orang laki-laki maupun perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (Qs.Al-Maidah [5]:38)
 
• Harta yang berasal dari perkara vulgar
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Qs.An-Nur [24] :19)
 
• Perjudian, dan minuman keras
“Wahai orang-orang yang beriman ! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.” (Qs. Al-Maidah [5]:90)
 
• Riba
“Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni Neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Qs.Al Baqarah [2] : 275)
 
Di luar aktivitas bisnis dan jenis harta di atas, Islam membolehkan seorang muslim untuk melakukan transaksi apapun sesuai dengan kaidah fiqih: “Hukum asal dari segala sesuatu adalah boleh.”
Setelah mengetahu hal-hal apasaja yang dibolehkan dalam melakukan perniagaan, berikut ini adalah Etika Berbisnis yang sesuai dengan spirit Syariah Islam :
 
• Wajib jujur.
“Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Qs.Al Isra’ [17] : 35)
 
• Tidak memakan hak orang lain
“Wahai orang-orang yang beriman ! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.” ( Qs. At-Taubah: 34)
 
• Tidak Menipu
Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah serta Ibnu Hujr semuanya dari Ismail bin Ja’far, Ibnu Ayyub berkata, telah menceritakan kepada kami Ismail dia berkata, telah mengabarkan kepadaku al-Ala’ dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah melewati setumpuk makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya, kemudian tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah, maka pun beliau bertanya: “Apa ini wahai pemilik makanan?” sang pemiliknya menjawab, “Makanan tersebut terkena air hujan wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: ‘’ Mengapa engkau tidak meletakkan bagian yang basah ini di atas hingga manusia dapat melihatnya? Siapa yang menipu maka ia bukan dariku’.” (HR. Muslim).
 
• Mencatat segala transaksi bisnis dan adanya saksi
“Wahai orang-orang yang beriman ! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar…” (Qs.Al-Baqarah 2:282)
Referensi : fatihsyuhud.net
 
#RyLebihDekat
 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s