SEMINAR PENDIDIKAN NASIONAL

IMG-20151220-WA0001

Ahad (20/12/2015), Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Salman ITB bersama Forum Alumni Ayat ayat semesta Jawa Barat menggelar Seminar Nasional Pendidikan. Bertajuk “Menjadikan Alquran Sebagai Sumber Sains”, acara seminar nasional tersebut digelar di Aula Barat ITB dan dibuka langsung oleh Ahli Fisika Teoritis Lulusan Universitas Hiroshima Jepang, Agus Purwanto D.Sc. Dalam sambutannya, Bapak Agus Purwanto D.Sc berharap acara seminar tersebut dapat berguna bagi pendidikan Indonesia ke depan.

Acara ini diikuti oleh 35(tiga puluh lima orang) yang merupakan perwakilan Direktorat Pendidikan Rumah Yatim. Deni Menuturkan Dengan mengikuti acara seperti ini diharapkan bisa menopang Pembelajaran dikarenakan sekolah yang berjalan hari ini adalah bebrbasis ‘’ Islamic scientific school. Tidak hanya itu diharapkan pula yang selama ini Al Qur’an dikenal hanya sebatas ilmu Ushuludin berkenaan dengan keakhiratan saja itu berubah menjadi nilai nilai kehidupan terutama dalam pembelajaran tambahnya.

Sains di definisikan sebagai pengetahuan yang sistematis. Sains adalah suatu eksplorasi kea lam materi berdasarkan observasi, dan mencari hubungan – hubungan alamiah yang teratur menngenai fenomena yang diamati serta bersifat mampu menguji diri sendiri. Sains bertumpu pada obyektivitas yang dapat diuji ulang dan merupakan kontribusi semua ilmuwan di muka bumi tanpa pandang bangsa dan agama.

Secara sederhana sains dan teori dapat diibaratkan sebagai kamera dan potret tentang alam bukan alam itu sendiri. Karenanya alam yang ditampakan akan bergantung di mana posisi kamera atau pemotret dan keburaman atau kejernihan lensa tersebut.

Contohnya ada dalam bidang fisika kosmos atau kosmologi. Siapa yang tidak kenal dengan sosok jenius Albert Einstein yang menemukan rumus E=mc2 dari teori relaktivitas khususnya. Setelah Gerhana matahari 29 mei 1919 yang berhasil membuktikan prediksi kelengkungan ruang-waktu teorinya, Einstein dinobatkan media sebagai fisikawan terbesar abad 20. Selanjutnya pada Tahun 1917 Einstein memperkenalkan konstanta vakum untuk mendapatkan solusi dari persamaan medan dalam teori relaktivitas umumnya. Dengan Konstanta Vakum inilah Einstein berhasil mendapatkan solusi menggambarkan jagad raya static yang dianut awam maupun ilmiah saat itu. Itulah Teori atau potret jagad raya yang dirumuskan Einstein.

Saat itu belum ada ilmuwan yang perhatian pada kitab suci Al qur’an .Bahkan sampai saat ini mayoritas ulama islam sendiri masih enggan membawa al qur’an dalam ranah dunia sains. Padahal Al Qur’an sejak awal telah memberi informasi bahwa :

’’Dan Langit itu Kami Bangun dengan kekuasaan Kami Dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskan’’ (Q.S 51:47)

Artinya , saat itu seseorang yang mempunyai kemampuan berbahasa arab dan membaca ayat ini dapat menyampaikan pertanyaan bagaimana arti langit diluaskan dalam alamsemesta yang statik.tutur Bapak Purwanto pada sesi penyampaian materinya.

‪#‎RyLebihDekat‬

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s