[ Uwais al-Qarni, tidak terkenal di bumi, namun terkenal di langit ]

Kasih sayang orang tua, tidaklah akan bisa terbalaskan. Hari ibu diperingati sebagai bentuk penghargaan bagi para ibu, namun alangkah lebih indah apabila kita dapat berbakti kepada orang tua, selama mereka masih hadir di antara kita. Uwais al-Qarni adalah salah satu figur anak, yang dapat dijadikan teladan, dalam memberikan penghargaan dengan berbakti kepada ibunya.
anak-berdoa
———————————————————————————————————————-
[ Uwais al-Qarni, tidak terkenal di bumi, namun terkenal di langit ]

Uwais al-Qarni hidup selepas Rasulullah Saw wafat. Namun Rasulullah pernah bercerita tentang Uwais al-Qarni ini kepada sahabat Umar bin Khatab dan Ali bin Abi Thalib. Rasulullah berpesan kepada keduanya,”Jika kamu bertemu dengannya, dan bisa meminintak kepadanya untuk memohonkan ampun kepada Allah untukku, maka lakukanlah.”

Sahabat bertanya-tanya, Apa keistimewaan Uwais al-Qarni sampai Rasulullah sendiri meminta ampunan Allah melalui perantara Uwais al-Qarni? Apa yang menyebabkan doa Uwais al-Qarni begitu diijabah Allah?

Uwais al-Qarni adalah seorang pemuda yatim yang miskin, dari Yaman. Ia tinggal berdua dengan ibunya yang sudah tua renta, lumpuh, dan buta. Ayahnya sudah lama meninggal dunia. Uwais al-Qarni adalah pemuda yang bukan hanya taat beribadah, tapi juga taat kepada ibunya.

Ibu Uwais menginginkan untuk naik haji. Uwais sampai tidak bisa berpikir apa-apa karena dia sadar bahwa untuk naik haji memerlukan perbekalan dan kendaraan, sedangkan unta saja ia tidak punya. Namun karena ketaatannya kepada ibunya, Uwais tidak ingin mengecewakan ibunya. Maka, Uwais mencarai cara untuk bisa mewujudkan keinginan ibunya. Uwais membuatkan kandang di puncak bukit untuk seekor anak lembu miliknya. Untuk bisa membuat kandang tersebut, Uwais harus menggendong anak lembub tersebut naik turun bukit. Hal tersebut dilakukannya selama delapan bulan.

Saat musim haji tiba, lembu Uwais sudah berbobot 100 kg dan tubuh Uwais pun menjadi lebih kekar berotot dan lebih kuat, apa yang dilakukannya selama delapan bulan tersebut, ternyata ia lakukan untuk melatih tubuhnya agar ia bisa menggendong ibunya berangkat haji.

Berangkatlah Uwais dan ibunya melakukan perjalanan haji. Uwais menggendong ibunya yang sudah tua renta dari Yaman ke Mekah. Perbekalann dia letakkan pada lembu yang sudah ia urus sampai berbobot 100kg tadi. Perjalanan haji pun alhamdulillah berhasil dilakukannya sampai pulang kembali ke Yaman.

Ibu bertanya kepada Uwais,”Uwais, apa yang kamu doakan semasa haji?”
Uwais menjawab, “Saya berdoa semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa ibu.”
“Lalu bagaimana dengan dosa-dosamu?” tanya ibunya.
“Dengan Allah mengampuni dosa-dosa Ibu, Ibu akan masuk surga. Cukuplah Ibu ridha, saya juga akan masuk surga.”
“Ibu ingin kamu berdoa agar Allah menghilangkan sakit putihmu (sopak), “ pinta ibunya.
“Saya berkeberatan, Bu. Karena ini kehendak Allah. Jika saya tidak ridha, berarti saya tidak bersyukur kepada Allah.”
“Kalau ingin masuk surga, meski taat pada perintah Ibu. Jadi ibu perintahkan berdoalah kepada Allah,” pinta ibunya lagi.
Lalu Uwais berdoa kepada Allah ”Ya Allah, karena ibu, saya berdoa. Tolong hilangkanlah penyakit putih pada badan ini. Dan, tinggalkanlah sedikit.”

Seketika itu Allah mengabulkan doa Uwais. Hilanglah penyakit putih di tubuhnya dan tertinggal satu bulatan putih di tengkuknya. Inilah sepenggal cerita Uwais al-Qarni kenapa ia sangat dicintai Allah dan doa-doanya langsung di ijabah oleh Allah. Dan, bulatan putih pada tengkuknya menjadi ciri khas pemberian Allah pada Uwais al-Qarni. (4 You, Leadis Republika)

#RyLebihDekat
http://www.rumah-yatim.org

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s